Content
Top poster
Pengguna Terakhir
Forum Komunitas
Trafik
|
Informasi seputar dinamika islam dan ketentuan-ketentuan dalam Islam
Moderator: choiralia
oleh wongjowo pada Selasa Feb 05, 2008 6:18 pm
Assm wr. wb Proses Pacaran saat ini sudah menjadi suatu FENOMENA/ proses umum yang dijalani oleh semua orang, siapa dan dimana saja. Tapi ada satu hal yang menggelitik dalam keingin tauan saya: 1. Apakah Proses pacaran itu diperbolehkan dalam Islam? 2. Bagaimana Hukumnya HARAM atau HALALKAH??? 3 Apa dasar dan hukum yg mengaturnya?? 4. Bagaimana syariat islam mengatur batasan2 tentang pergaulan antara pria dan wanita?
Terima Kasih, apabila ada kawan-kawan yang bisa membantu memberi komentar dan pendapatnya, Silahkan!!!
-

wongjowo
- New Member
-
- Post: 27
- Bergabung: Selasa Jan 29, 2008 9:53 pm
oleh MAS-YOGA pada Selasa Feb 05, 2008 8:44 pm
Menurutku pribadi, pacaran seperti anak-anak jaman sekarang dah mendekati haram! Katanya berduan aja dah gak boleh hingga yang ketiganya ada syetan disitu? N maaf kalau ada pacaran tapi ada orang ketiga (ini saya anggap bukan pacaran).
-
MAS-YOGA
- New Member
-
- Post: 25
- Bergabung: Rabu Des 26, 2007 12:58 pm
oleh cintadamai pada Selasa Feb 05, 2008 9:19 pm
 Ya Saya setuju dengan pendapat Mas yoga,  Memang model pacaran sekarang sudah masuk kategori HARAAAAM. Coba lihat Moral anak anak sekarang juga semakin terkikis, apalagi diperparah dengan adanya tayangan SINETRON yang gak mutu N NORAK ABIZZZ pokoknya INDIA bgt deh, terlalu dibuat buat/ dipaksakan. Efeknya, mengajarkan banyak anak 2 ABG (Anak Baru Ghede) utk lebih agresif dan berani mengekspresikan gaya pacaran mereka dimuka umum...("SUNGGUUH TERRRLALU " (kata Bang Rhoma Irama) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya HARRRAMMM Pada ayat lian Allah berfirman (Annur ayat 31): Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka.
-

cintadamai
- New Member
-
- Post: 29
- Bergabung: Rabu Jan 30, 2008 11:14 pm
oleh ovan pada Selasa Feb 05, 2008 10:50 pm
-

ovan
- Moderators
-
- Post: 1253
- Bergabung: Senin Des 17, 2007 9:55 pm
- Lokasi: Jakarta
-
oleh purnomo pada Rabu Feb 06, 2008 9:22 am
pacaran kan cuman judul sebutan, masalahnya tinggal caranya gimana? lha kalo pake chatting hayo....
-
purnomo
- Junior member
-
- Post: 132
- Bergabung: Jumat Jan 04, 2008 12:22 am
oleh ovan pada Rabu Feb 06, 2008 9:28 am
purnomo menulis:pacaran kan cuman judul sebutan, masalahnya tinggal caranya gimana? lha kalo pake chatting hayo....
Kalo pake chatting selama gak "yang aneh-aneh" sih masih OK aja kok (kalo menurut saya lho...) 
-

ovan
- Moderators
-
- Post: 1253
- Bergabung: Senin Des 17, 2007 9:55 pm
- Lokasi: Jakarta
-
oleh johndoe pada Rabu Feb 06, 2008 10:03 am
Hari gini kok masih aja membahas haram dan halal..... Mau dibilang haram kalo emmang manusianya udah bejat ya tetap aja dilaksanakan... Mau dibilang halal kalo kemasannya kurang menarik ya tetap aja gak laku.... pacaran kan maksud awalnya dalah proses untuk saling mengenal dan belajar saling memahami/memaklumi/dan berko-ordinasi satu sama lain, nah tinggal orangye aje yang ngejalanin begimane... Selama akal pikirannye bisa dijaga Insya Allah akhlaknya tidak akan rusak oleh gangguan setan, karena percuma kalo hati dijaga tapi pikirannye kemane-mane 
-

johndoe
- Junior member
-
- Post: 147
- Bergabung: Senin Feb 04, 2008 8:54 pm
oleh Dody pada Rabu Feb 06, 2008 3:45 pm
seandainya pacaran itu dibolehkan pasti sudah banyak santri2 yang pacaran...n gak perlu para kyahi marah2 n ngasih hukuman buat santri bandelnya dengan cukur gundul atau suruh nyebur di kolam...  ... ada2 aja sih orang yang mau melegalkan pacaran...lihat di pesantren tuh dimana masalah hijab santri putra dan putri sangat ketat di jaga....  ... capek deh.... so gak usah diributin jelas kok hukumnya.....kalo pacaran ma kabel listrik saya kira boleh2 aja.... 
-

Dody
- Senior Members
-
- Post: 223
- Bergabung: Rabu Jan 16, 2008 12:50 pm
-
oleh CatWomen pada Rabu Feb 06, 2008 8:13 pm
Dalam Islam sendiri tidak ada pelarangan dalam istilah PACARAN. Yang ada, Islam mengharamkan ikhtilat (lebih ke aktivitas PACARANnya), Perlu di ketahui ikhtilat adalah campur baurnya antara laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tanpa mahrom, dan orang yang pacaran tidak akan terlepas dari berdua-duaan selama pacaran, malam minggu keluar bareng, nonton, ke kafe, atau kemana saja berduaan/mesra2an (seolah2 olah dunia milik b2, yang laiin hanya ngontrak) dan aktivitas aktivitas yang berlanjut berzina,....,....You know, jika hanya cuman berdua, maka yang ketiga adalah setan…! WOOOW serem kan…….yaa sebaiknya, dari pada terjerumus kelembah dosa sebaiknya menghindar dan bila mampu segralah MENIKAH. 
-

CatWomen
- New Member
-
- Post: 49
- Bergabung: Minggu Feb 03, 2008 3:22 am
oleh ucok pada Jumat Feb 08, 2008 6:34 pm
CatWomen menulis:Dalam Islam sendiri tidak ada pelarangan dalam istilah PACARAN. Yang ada, Islam mengharamkan ikhtilat (lebih ke aktivitas PACARANnya), Perlu di ketahui ikhtilat adalah campur baurnya antara laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tanpa mahrom, dan orang yang pacaran tidak akan terlepas dari berdua-duaan selama pacaran, malam minggu keluar bareng, nonton, ke kafe, atau kemana saja berduaan/mesra2an (seolah2 olah dunia milik b2, yang laiin hanya ngontrak) dan aktivitas aktivitas yang berlanjut berzina,....,....You know, jika hanya cuman berdua, maka yang ketiga adalah setan…! WOOOW serem kan…….yaa sebaiknya, dari pada terjerumus kelembah dosa sebaiknya menghindar dan bila mampu segralah MENIKAH.  Pacaran asal gak FreeSex/ yang mendekatinya; Halal-halal aza, dalam hal ini Pacaran Taaruf mau nikah lho, bukan sekedar birahi..
-
ucok
- New Member
-
- Post: 24
- Bergabung: Jumat Feb 08, 2008 6:15 pm
oleh johndoe pada Jumat Feb 08, 2008 7:03 pm
Wakakakaka Saya setuju dengan bang Ucok, selama pacaran serius utk menikah dan kagak cuma niat birahi ataupun cinta monyet kata anak sekarang... OK aja kok 
-

johndoe
- Junior member
-
- Post: 147
- Bergabung: Senin Feb 04, 2008 8:54 pm
oleh cintadamai pada Jumat Feb 08, 2008 10:09 pm
Awalnya sich ndak ada apa apa tapi setelah ada kesempatan.....wah sejujurnya jadi lain ceritannya....Ingat aktivitas pacaran yang menjurus zina itu datang tidak hanya pada NIAT, melainkan ketika ada KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN..WASPADALAH...WASPADALAH.
-

cintadamai
- New Member
-
- Post: 29
- Bergabung: Rabu Jan 30, 2008 11:14 pm
oleh ovan pada Senin Feb 11, 2008 9:13 pm
cintadamai menulis:Awalnya sich ndak ada apa apa tapi setelah ada kesempatan.....wah sejujurnya jadi lain ceritannya....Ingat aktivitas pacaran yang menjurus zina itu datang tidak hanya pada NIAT, melainkan ketika ada KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN..WASPADALAH...WASPADALAH.
Wweewww.... semoga ini bukan pengalaman pribadinya ya... 
-

ovan
- Moderators
-
- Post: 1253
- Bergabung: Senin Des 17, 2007 9:55 pm
- Lokasi: Jakarta
-
oleh si_imut pada Senin Feb 11, 2008 10:06 pm
Wah, wah, wah, hari gini kok bahas pacaran. Maaf, menurut saya tema ini "ecek-ecek". Saya yakin semua dah tahu jawabannya. Lha wong sebenarnya ini pertanyaan tingkat tsanawiyah kok, untuk mereka yang baru puber alias ABG gitu....
Namun gak ada salahnya nggabung to....Saya hanya menggarisbawahi bahwa kita jangan terjebak pada istilah aja. Maksudnya, oleh sebagian komunitas Islam, pacaran dihukumi haram, sementara ta'aruf halal. Bagi saya, ini menyedarhanakan masalah karena mereka selalu melakukan monopoli definisi, seperti kasus pluralisme, liberalisme, sekularisme yang dihukumi haram oleh MUI dengan terlebih dahulu MUI melakukan monopoli definisi terhadap ketiga terma itu secara sepihak.
Bagi saya tidak penting apakah mau disebut pacaran atau ta'aruf atau lainnya, yang penting substansinya dan proses yang terjadi di dalamnya. Percuma saja ngakunya ta'aruf kalo di dalamnya malah ada hal-hal yang tidak terpuji yang dilakukan....ini juga berlaku pada terma "pacaran". Sekali lagi, kita jangan terjebak pada istilah, apalagi yang memakai bahasa arab....
-
si_imut
- New Member
-
- Post: 62
- Bergabung: Jumat Des 28, 2007 2:19 am
oleh choiralia pada Selasa Feb 12, 2008 12:48 am
Rasulullah Saw tidak pernah mengharamkan pacaran meskipun pacaran telah menjadi tradisi di Arab Jahiliyyah seperti juga tradisi penduduk Nusantara kuno.
kisah-kisah seputar para santri juga hampir selalu diwarnai dengan pacaran, para kyai tidak melarangnya, (tapi ini bukan alasan mengapa pacaran itu boleh). melainkan pacaran boleh karena tidak pernah ada larangan di sana, (dari sononya) tentang pelarangan pacaran.....................
pacaran tetap boleh asal tidak melanggar aturan-aturan syariat (bahasa temen-temen berkerudung lebarnya adalah ta'aruf atau pacaran Islami) ... walah.
intinya, adalah yah sekali lagi tidak pernah ada pelarangan proses pacaran itu sendiri.......... yang dilarang adalah bersepi-sepian (indehoi---------?) dengan lawan jenis bukan muhrim karena jika hanya berdua an di tempat yang sepi tentu saja yang ketiganya adalah syetan...........
Ada hadits Nabi yang mengisahkan bahwa Nabi pernah berdua an dengan wanita non muslim, namun berduaan di sini bukan berarti bersepi-sepian, tanpa diketahui aktivitasnya oleh orang lain. karena Seorang wanita dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., (ini bukan Muhrim Nabi) hingga Rasul pun berduaan dengannya. (lihat di bab Nikah pada kitab-kitab hadits imam Bukhari dan imam Muslim dari Anas bin Malik r.a.)
Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab “Nikah”, bab “Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang”, jilid 11, hlm. 246. Hadits tersebut juga dimuat di Shahih Muslim, kitab “Keutamaan Para Shahabat”, bab “Keutamaan Kaum Anshar”, jilid 7, hlm. 174.
maksud penukilan referensi ini adalah jika ada yang mengatakan paaran pasti suka berduaan, maka ini tidak boleh. jawabnya adalah memang tidak boleh berduaan jika di tempat sepi . bahasa Arabnya, (ini asli dari haditsnya) "Laa yahluwanna ahadukum bim ro'atin)..... jangan berkhalwat.......... bersepi-sepian.......... mojok........ sehingga aktivitasnya tidak diketahui orang lain.
nah, adakah yang menyangkal jika pacaran lewat surat misalnya? atau sms mungkin/? lanjut?.................
-

choiralia
- Moderators
-
- Post: 1278
- Bergabung: Selasa Feb 12, 2008 12:31 am
oleh zarkasye pada Selasa Feb 19, 2008 10:56 am
Tergantung pacarannya seperti apa !!
Tapi menjaga kesucian itu lebih baik, daripada tidak menjaganya. Karena Mata, telinga dan Hati kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Jujur kepada orang lain itu cape.. Jujurlah pada diri sendiri, karena kita semua masing-masing punya yg di atas tadi..
-
zarkasye
- New Member
-
- Post: 19
- Bergabung: Kamis Feb 07, 2008 8:59 pm
oleh yoeth pada Selasa Feb 19, 2008 12:03 pm
seru nih... we'e'e'e.... ngomongin tingkah laku anak muda... fenomena sekarang, orang pacaran atau apa istilahnya sudah tidak main "bersepi-sepian....mojok........ sehingga aktivitasnya tidak diketahui orang lain"... namun ditengah orang banyak atau didepan umum malah sering dijumpai pasangan muda mudi yang melakukan aktivitas yang tercela...dan tidak layak... bahkan tidak hanya yang tidak pakai jilbab yang pakai pun sering kelihatan seperti itu.... coba aja datang ke pusat perbelanjaan dan lihat tingkah para muda mudi itu... fenomena apa ini???
"Barangsiapa membuat suatu bid'ah dholalah yg menyebabkan Allah & Rasul-Nya tdk ridlo, maka ia berdosa & mendapat dosa2 orang yg mengamalkannya yg dosa2 itu tdk mengurangi dosa2 mereka"
-
yoeth
- Master Members
-
- Post: 1841
- Bergabung: Jumat Jan 25, 2008 9:00 am
oleh ghosh pada Selasa Feb 19, 2008 3:12 pm
tulll....emang sekarang ini trend pacaran generasi muda sudah mengalami perkembangan yang luar biasa, mungkin di era kita dulu, jari ketemu jari dibalik tembok aja dah seneng nya ga ketulungan....dan sudah dianggap tabu....tapi sekarang...ga cukup hanya dengan itu......
GHOSH[color=#008000]
-

ghosh
- Master Members
-
- Post: 908
- Bergabung: Rabu Jan 30, 2008 9:32 am
oleh choiralia pada Selasa Feb 19, 2008 4:50 pm
Wah klo yang sudah pada bermojok ria sie, gak tanggung deh. betul sekali, menjaga kesucian jiwa dengan menjaga agar diri menjauhi fitnah memang lebih baik daripada mendekati fitnah.
yah semoga kita sekalian dijaga dari fitnah-fitnah yang tak bermakna
-

choiralia
- Moderators
-
- Post: 1278
- Bergabung: Selasa Feb 12, 2008 12:31 am
oleh Dody pada Rabu Feb 20, 2008 12:25 pm
choiralia menulis:Rasulullah Saw tidak pernah mengharamkan pacaran meskipun pacaran telah menjadi tradisi di Arab Jahiliyyah seperti juga tradisi penduduk Nusantara kuno.
kisah-kisah seputar para santri juga hampir selalu diwarnai dengan pacaran, para kyai tidak melarangnya, (tapi ini bukan alasan mengapa pacaran itu boleh). melainkan pacaran boleh karena tidak pernah ada larangan di sana, (dari sononya) tentang pelarangan pacaran.....................
pacaran tetap boleh asal tidak melanggar aturan-aturan syariat (bahasa temen-temen berkerudung lebarnya adalah ta'aruf atau pacaran Islami) ... walah.
nah, adakah yang menyangkal jika pacaran lewat surat misalnya? atau sms mungkin/? lanjut?................. Assalamu'alaikum... shubhanallah...kata siapa mbak ada kyai yang membolehkan pacaran.... kyai yang mana tuh...aduuh duh...bener2 KETERLALUAN kata haji roma irama ( minjem istilah seorang temen).... kalau kyai di pesantren daerah saya dengan tegas mengharamkan pacaran mbak....bahkan katanya itu budaya kafir nasrani yahudi barat yang disuntikkan ke masyarakat Islam....jadi haram mutlak apalagi kalo masuk kawasan pesantren,...alah..alah..... apalagi kalo pacaran yang dimaksud seperti umumnya orang sekarang.... jangankan pacaran mbak...ta'aruf yang dilakukan di pesantren dekat rumah saya hanya melalui foto, dan tidak melakukan nazhor... palagi jangankah sekedar surat2an atau sms-an...walau gimanapun hubungan antara non muhrim tanpa ikatan apapun walau sekedar surat2an dan sms-an akan merusak hati, apalagi kalo niatnya hanya sekedar pacaran bukan dalam rangka mencari jodoh....banyak buktinya lho.... atau jangan2 mbak sendiri memang masih ingin pacaran....  ...sory OOT....
-

Dody
- Senior Members
-
- Post: 223
- Bergabung: Rabu Jan 16, 2008 12:50 pm
-
Kembali ke Syariah
Siapa yang online
Pengguna yang berada di forum ini: Google [Bot], rymuliawan dan 2 tamu
|