Content
Top poster
Pengguna Terakhir
Forum Komunitas
Trafik
|
Informasi seputar dinamika islam
Moderator: choiralia
oleh mkhuda pada Kamis Okt 15, 2009 7:04 am
Neo menulis:Dakwah kaum salafi dengan menerbitkan buku2 mengenai masalah ubudiyah yang kami yakini saya rasa sah2 saja. Dan tidak ada salahnya rekan2 NU juga menerbitkan buku yang berisi penjelasan2 mengenai ubudiyah NU. Itu jelas jauh lebih elegan daripada sekedar mengutuk2 saudara2 salafi tapi tidak berbuat apa2. Namun terlepas dari itu semua ada baiknya kita saling bertabayun, sehingga segala perbedaan pendapat tidak menjadikan tubuhnya kebencian dan fitnah diantara kita, sesama Muslim. Masalahnya memang ada sebagian buku yang memang diterbitkan dengan niat tidak baik,hanya sekedar ingin menjelek2an organisasi NU,seperti buku "Mantan Kyai NU...".Saya sama sekali tidak tertarik dengan buku tersebut, namun sebagai seorang Salafi bukan berarti saya menyalahkan isi buku tersebut. Sah2 saja sebenarnya memaparkan apa yang kita yakini kedalam sebuah buku, dengan niat dakwah, namun menjadi salah ketika judul buku tersebut jelas2 menunjuk NU sebagai organisasi,itu yang saya tidak sependapat.Saya sendiri berpendapat buku itu ditulis dengan niat tidak baik,buktinya penulisnya(Mahrus Ali)ketakutan diajak debat oleh rekan2 NU,ya toh? Sebab jika orang berada diatas kebenaran dia tidak akan ketakutan seperti itu.Dan jujur sebagai seorang Salafi saya malu dengan adanya buku tersebut. Namun perlu kita cermati juga bagaimana warga NU menykapi sosok seorang Muhammad bin Abdul Wahab dan bagaimana kaum salafi-Wahabi memandang NU sendiri. Selama yang saya cermati baik warga NU dan Salafi cenderng enggan bertabayun, walhasil warga NU mempelajari Wahabi dari orang NU sendiri, sebaliknya kaum Wahabi juga memandang NU dari sudut padangnya sendiri, akhirnya tidak jarang kedua kelompok terjadi saling fitnah, atau berlebihan dalam menghujat.
Maka mari kita bertabayun...
Oke, I see !!
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد
-

mkhuda
- Advance Members
-
- Post: 567
- Bergabung: Jumat Sep 18, 2009 2:45 am
- Lokasi: Semarang,
-
oleh andario85 pada Kamis Okt 22, 2009 8:37 am
Nama Ulama Salafi ~ Wahabi *Update 2
Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami
“Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpun umatku di atas kesesatan. 'Tangan' Allah bersama jama’ah. Barang siapa menyempal, ia menyempal ke Neraka.” (HR. Imam Tirmidzi).
-

andario85
- Master Members
-
- Post: 2208
- Bergabung: Senin Feb 02, 2009 6:03 pm
- Lokasi: Aswaja Yogyakarta
oleh amin pada Kamis Okt 22, 2009 2:10 pm
Neo menulis:.... Namun perlu kita cermati juga bagaimana warga NU menykapi sosok seorang Muhammad bin Abdul Wahab dan bagaimana kaum salafi-Wahabi memandang NU sendiri. Selama yang saya cermati baik warga NU dan Salafi cenderng enggan bertabayun, walhasil warga NU mempelajari Wahabi dari orang NU sendiri, sebaliknya kaum Wahabi juga memandang NU dari sudut padangnya sendiri, akhirnya tidak jarang kedua kelompok terjadi saling fitnah, atau berlebihan dalam menghujat.
Maka mari kita bertabayun...
Pak NU udah ada duluan, SAWAH belakangan, secara etika ya orang SAWAH lah yg ngomong nuwun sewu duluan lah ini datang2 ke Indonesia udah bikin onar ya maklum lah klo yg punya rumah marah jadi klo emang ada niatan baik monggo mulai skr SAWAH yg tabayun dulu ke kiyai2 NU orang2 Indonesia yg misal pergi haji ke Mekah (yg nerapin aturan SAWAH) juga gak mbuat keonaran meski mereka gak sepaham dgn aturan SAWAH yg diterapkan di Mekah tapi tetep mnjaga etika
-
amin
- Master Members
-
- Post: 1065
- Bergabung: Selasa Jun 02, 2009 2:34 pm
oleh mkhuda pada Kamis Okt 22, 2009 2:51 pm
amin menulis:Neo menulis:.... Namun perlu kita cermati juga bagaimana warga NU menykapi sosok seorang Muhammad bin Abdul Wahab dan bagaimana kaum salafi-Wahabi memandang NU sendiri. Selama yang saya cermati baik warga NU dan Salafi cenderng enggan bertabayun, walhasil warga NU mempelajari Wahabi dari orang NU sendiri, sebaliknya kaum Wahabi juga memandang NU dari sudut padangnya sendiri, akhirnya tidak jarang kedua kelompok terjadi saling fitnah, atau berlebihan dalam menghujat.
Maka mari kita bertabayun...
Pak NU udah ada duluan, SAWAH belakangan, secara etika ya orang SAWAH lah yg ngomong nuwun sewu duluan lah ini datang2 ke Indonesia udah bikin onar ya maklum lah klo yg punya rumah marah jadi klo emang ada niatan baik monggo mulai skr SAWAH yg tabayun dulu ke kiyai2 NU orang2 Indonesia yg misal pergi haji ke Mekah (yg nerapin aturan SAWAH) juga gak mbuat keonaran meski mereka gak sepaham dgn aturan SAWAH yg diterapkan di Mekah tapi tetep mnjaga etika
Setuju aja dech...dengan yang Anda sampaikan... 
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد
-

mkhuda
- Advance Members
-
- Post: 567
- Bergabung: Jumat Sep 18, 2009 2:45 am
- Lokasi: Semarang,
-
oleh Neo pada Kamis Okt 22, 2009 6:13 pm
[quote="amin"][/quote] Siapa bilang SaWah gak pernah tabayun ke ulama2 NU...lha saya sendiri sering ngaji sama KH AR Abdullah Syafi'i, Habib Ali Abdurrahman....dll....Dan KH AR Abdullah Syafi'i sendiri seringkali tabayun ke DDII atau Al-Azhar....
Ada satu kisah menarik sewaktu shalat jumat di MAsjid Agung Al-Azhar (identik dgn masjid wahabi), ketika itu kebetulan KH Abdullah Syafii (alm)(Asy-Syafiiyah) kebetulan bertamu ke Al-Azhar, ketika itu giliran Buya HAMKA (Alm) sebagai khatib mempesilahkan KH Abdullah Syafi'i menggantikan posisinya, dan indahnya ketika itu di Al-Azhar dikumandangkan adzan 2 kali, demi menghormati KH Abdullah Syafi'i....
Beberapa bulan yang lalu hal tersebut terjadi lagi ketika KH AR Abdullah Syafi'i bertamu ke Al-Azhar....
-
Neo
- Master Members
-
- Post: 2002
- Bergabung: Sabtu Feb 28, 2009 12:18 pm
oleh amin pada Kamis Okt 22, 2009 6:30 pm
Neo menulis:amin menulis:
Siapa bilang SaWah gak pernah tabayun ke ulama2 NU...lha saya sendiri sering ngaji sama KH AR Abdullah Syafi'i, Habib Ali Abdurrahman....dll....Dan KH AR Abdullah Syafi'i sendiri seringkali tabayun ke DDII atau Al-Azhar.... Ada satu kisah menarik sewaktu shalat jumat di MAsjid Agung Al-Azhar (identik dgn masjid wahabi), ketika itu kebetulan KH Abdullah Syafii (alm)(Asy-Syafiiyah) kebetulan bertamu ke Al-Azhar, ketika itu giliran Buya HAMKA (Alm) sebagai khatib mempesilahkan KH Abdullah Syafi'i menggantikan posisinya, dan indahnya ketika itu di Al-Azhar dikumandangkan adzan 2 kali, demi menghormati KH Abdullah Syafi'i.... Beberapa bulan yang lalu hal tersebut terjadi lagi ketika KH AR Abdullah Syafi'i bertamu ke Al-Azhar....
itu bukan SAWAH kali Pak... Muhammadiyah mungkin 
-
amin
- Master Members
-
- Post: 1065
- Bergabung: Selasa Jun 02, 2009 2:34 pm
oleh andario85 pada Kamis Okt 22, 2009 10:57 pm
amin menulis:Neo menulis:amin menulis:
Siapa bilang SaWah gak pernah tabayun ke ulama2 NU...lha saya sendiri sering ngaji sama KH AR Abdullah Syafi'i, Habib Ali Abdurrahman....dll....Dan KH AR Abdullah Syafi'i sendiri seringkali tabayun ke DDII atau Al-Azhar.... Ada satu kisah menarik sewaktu shalat jumat di MAsjid Agung Al-Azhar (identik dgn masjid wahabi), ketika itu kebetulan KH Abdullah Syafii (alm)(Asy-Syafiiyah) kebetulan bertamu ke Al-Azhar, ketika itu giliran Buya HAMKA (Alm) sebagai khatib mempesilahkan KH Abdullah Syafi'i menggantikan posisinya, dan indahnya ketika itu di Al-Azhar dikumandangkan adzan 2 kali, demi menghormati KH Abdullah Syafi'i.... Beberapa bulan yang lalu hal tersebut terjadi lagi ketika KH AR Abdullah Syafi'i bertamu ke Al-Azhar....
itu bukan SAWAH kali Pak... Muhammadiyah mungkin 
Opo mnh iki... 
“Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpun umatku di atas kesesatan. 'Tangan' Allah bersama jama’ah. Barang siapa menyempal, ia menyempal ke Neraka.” (HR. Imam Tirmidzi).
-

andario85
- Master Members
-
- Post: 2208
- Bergabung: Senin Feb 02, 2009 6:03 pm
- Lokasi: Aswaja Yogyakarta
oleh Neo pada Jumat Okt 23, 2009 8:14 pm
amin menulis:Neo menulis:amin menulis:
Siapa bilang SaWah gak pernah tabayun ke ulama2 NU...lha saya sendiri sering ngaji sama KH AR Abdullah Syafi'i, Habib Ali Abdurrahman....dll....Dan KH AR Abdullah Syafi'i sendiri seringkali tabayun ke DDII atau Al-Azhar.... Ada satu kisah menarik sewaktu shalat jumat di MAsjid Agung Al-Azhar (identik dgn masjid wahabi), ketika itu kebetulan KH Abdullah Syafii (alm)(Asy-Syafiiyah) kebetulan bertamu ke Al-Azhar, ketika itu giliran Buya HAMKA (Alm) sebagai khatib mempesilahkan KH Abdullah Syafi'i menggantikan posisinya, dan indahnya ketika itu di Al-Azhar dikumandangkan adzan 2 kali, demi menghormati KH Abdullah Syafi'i.... Beberapa bulan yang lalu hal tersebut terjadi lagi ketika KH AR Abdullah Syafi'i bertamu ke Al-Azhar....
itu bukan SAWAH kali Pak... Muhammadiyah mungkin 
Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad ya termasuk salafi juga....sama2 merujuk kepada Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, Ibnu Taimiyah, Rshid Ridha, dll,tetapi mereka juga terpengaruh faham tajdid yang dibawa oleh Muhammad Abduh dan Afghani.... MMI, HTI, "Salafi" juga sama rujukannya, tetapi tidak menerima faham tajdid Abduh dan Afghani... Yang diatas bisa dikatakan sebagai Salafi moderat, dan yang dibawah bisa dikatakan salafi tradisionil, enggan menerima pembaruan dan cenderung kaku....tetapi ketika disinggung masalah Salafi (hal ubudiyahnya) ya semuanya kena meski antara Salafi tradisionil dan moderat ada sedikit perbedaan...
-
Neo
- Master Members
-
- Post: 2002
- Bergabung: Sabtu Feb 28, 2009 12:18 pm
oleh andario85 pada Jumat Okt 23, 2009 8:16 pm
Neo menulis:Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad ya termasuk salafi juga....sama2 merujuk kepada Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, Ibnu Taimiyah, Rshid Ridha, dll,tetapi mereka juga terpengaruh faham tajdid yang dibawa oleh Muhammad Abduh dan Afghani....
MMI, HTI, "Salafi" juga sama rujukannya, tetapi tidak menerima faham tajdid Abduh dan Afghani...
Yang diatas bisa dikatakan sebagai Salafi moderat, dan yang dibawah bisa dikatakan salafi tradisionil, enggan menerima pembaruan dan cenderung kaku....tetapi ketika disinggung masalah Salafi (hal ubudiyahnya) ya semuanya kena meski antara Salafi tradisionil dan moderat ada sedikit perbedaan...
Wah..Trims infonya kang Neo.. 
“Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpun umatku di atas kesesatan. 'Tangan' Allah bersama jama’ah. Barang siapa menyempal, ia menyempal ke Neraka.” (HR. Imam Tirmidzi).
-

andario85
- Master Members
-
- Post: 2208
- Bergabung: Senin Feb 02, 2009 6:03 pm
- Lokasi: Aswaja Yogyakarta
oleh jelan pada Rabu Nov 11, 2009 9:47 am
mkhuda menulis:amin menulis:Neo menulis:.... Namun perlu kita cermati juga bagaimana warga NU menykapi sosok seorang Muhammad bin Abdul Wahab dan bagaimana kaum salafi-Wahabi memandang NU sendiri. Selama yang saya cermati baik warga NU dan Salafi cenderng enggan bertabayun, walhasil warga NU mempelajari Wahabi dari orang NU sendiri, sebaliknya kaum Wahabi juga memandang NU dari sudut padangnya sendiri, akhirnya tidak jarang kedua kelompok terjadi saling fitnah, atau berlebihan dalam menghujat.
Maka mari kita bertabayun...
Pak NU udah ada duluan, SAWAH belakangan, secara etika ya orang SAWAH lah yg ngomong nuwun sewu duluan lah ini datang2 ke Indonesia udah bikin onar ya maklum lah klo yg punya rumah marah jadi klo emang ada niatan baik monggo mulai skr SAWAH yg tabayun dulu ke kiyai2 NU orang2 Indonesia yg misal pergi haji ke Mekah (yg nerapin aturan SAWAH) juga gak mbuat keonaran meski mereka gak sepaham dgn aturan SAWAH yg diterapkan di Mekah tapi tetep mnjaga etika
Setuju aja dech...dengan yang Anda sampaikan... 
Assalamu'alaikum.. Member baru nih, nyari thread perkenalan kagak ada, ada yang tahu? Maaf OOT nih..
-
jelan
- New Member
-
- Post: 3
- Bergabung: Rabu Nov 11, 2009 9:13 am
oleh andario85 pada Rabu Nov 11, 2009 10:50 am
“Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpun umatku di atas kesesatan. 'Tangan' Allah bersama jama’ah. Barang siapa menyempal, ia menyempal ke Neraka.” (HR. Imam Tirmidzi).
-

andario85
- Master Members
-
- Post: 2208
- Bergabung: Senin Feb 02, 2009 6:03 pm
- Lokasi: Aswaja Yogyakarta
oleh dzakwan13 pada Jumat Feb 19, 2010 8:57 am
salam kenal semua ouw pertama kali baca judul tred ini langsung tersenyum aku beda faham bagiku wajarlah, saya sendiri secara pribadi adalah pembaca sebagian buku karya2 ulama yang disebutkan disini, diantaranya saja: 1. tafsir as sa'di, isinya bagus, ada begitu banyak pelajaran dan hikmah yang kudapatkan didalamnya, terutama ketika menyebutkan tafsir kisah2, 2. 9 pilar keberhasilan da'i di medan dakwah, isinya begitu mendalam tentang akhlak seorang da'i, bagaimana da'i seharusnya bersikap, asas2 dakwah, buku yang bagus dan luar biasa menurutku 3. Panduan kebangkitan isalam, karya syeh Utsaimin, saya melihat bagaimana kesantunan beliau dlam membahas permasalahan-permasalahan. ya memang ada beberapa hal yang dari ulama yang disebutkan disini saya tidak sependapat engan mereka. saya sih prinsipnya, ada yang bermanfaat kita ambil dan tidak apriori secara totalitas dan menolak seluruhnya. setiap orang pasti punya kesalahan, yang baik darinya kita ambil dan yang buruk kita tinggalkan. saya pernah punya ustadz yang pernah belajar di saudi beliau mengatakan "akhlaq ulama2 saudi itu luar biasa..." tak taulah aku sendiri juga belum pernah bertemu dengan mereka, kita mungkin hanya tahu sebagiannya saja, semoga Alloh menyatukan hati2 kita dan menunjukkan kejalan yang lurus bagi kita semua.. salam hormat saya untuk rekan2 NU.. 
-
dzakwan13
- New Member
-
- Post: 14
- Bergabung: Kamis Feb 11, 2010 3:24 pm
oleh enihoxhalli pada Kamis Jul 15, 2010 3:16 pm
Lolx.. 
-
enihoxhalli
- New Member
-
- Post: 1
- Bergabung: Kamis Jul 15, 2010 2:49 pm
oleh iwanjayaputra pada Kamis Jul 15, 2010 9:04 pm
Salah satu ulama SaWah yang paling luas ilmunya...Hadrotussyeikh Al GOOGLE...
-
iwanjayaputra
- Senior Members
-
- Post: 301
- Bergabung: Rabu Mei 19, 2010 5:56 am
- Lokasi: bogor jawabarat
oleh mojira pada Jumat Jul 16, 2010 8:47 am
mereka kan ngaji nya ga perlu pake kitab tapi cukup dengerin mp3 tinggal donlot di http://kajian.net/abugosok~ushulbida%ngaco.php dijamin jadi syaikhul islam al ustadz assyaikh abu gosok . . 
-

mojira
- Advance Members
-
- Post: 639
- Bergabung: Rabu Feb 17, 2010 1:43 pm
- Lokasi: Tokyo
-
Kembali ke Taushiyah
Siapa yang online
Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu
|